Telah tersedia, Buku Panduan UN Matematika SMP tahun 2010

Feature :

  • Teori singkat, contoh soal, dan pembahasan soal dengan cara yang sangat simpel
  • Soal Uji Kompetensi tiap bab
  • Isi sudah disesuaikan dengan SKL UN Matematika SMP Tahun 2010
  • Plus 7 Paket Soal Latihan UN 2010 (dapat digunakan untuk bahan Try-Out Pra UN)

Data Buku :

  • Judul : Bahan Belajar Mandiri Matematika SMP
  • Penulis :
    • A.D. Ariesmono, S.Pd.
    • Drs. Asep Whidayat Pranata
    • Aep Saepudin, S.Pd.
    • Budi Rahayu, S.Pd.
  • Editor :
    • Drs. tantan Rustandi
    • Wiharja, S.Pd.
    • Drs. Edi Kusnaedi
  • Tahun terbit : 2009/2010
  • Tebal : 204 Halaman (1,2 cm)
  • Jumlah Bab : 5 (lima)
  • Kertas isi : HVS 70 gms. warna putih
  • Ukuran Kertas : 21 cm x 29,5 cm.
  • Cover : AP 260 gms. , UV.

Cocok untuk pegangan Guru maupun Siswa sebagai bahan panduan dan latihan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional Mata Ujian Matematika tahun 2010.

LIMITED EDITION – STOCK TERBATAS – MILIKI SEGERA SEBELUM KEHABISAN !

Harga :

  • Harga Satuan : Rp. 35.000,-
  • Pembelian > 25 buku : Disc. Khusus

Pemesanan/Tempat Pembelian :

Ruko MTC Blok H. No. 61 Bandung

Tlp. (022) 609 37 955 (setiap hari kerja 08:00 – 16:00 WIB)

Pemesanan dapat dilakukan melalui e-mail : info@asappressindo.cjb.net

Layanan Pesan Kilat :

Hubungi Kangadesaputra (kangadesaputra@yahoo.com)

Yahoo Messenger (YM) :



FB : Kang Ade Saputra


Catatan :

  • Edisi Terbatas. Hanya dijual di lokasi diatas.
  • Pembelian > 10 buku untuk wilayah Kota Bandung diantar gratis.
    Luar Kota Bandung + Ongkos Kirim (ditentukan kemudian)
  • Stock Buku Tersedia (s.d. 06 Januari 2010) : 795 buah.

Screenshoot :


Cover depan
Cover Belakang Daftar penyusun Daftar isi

(Klik pada gambar untuk memperbesar)


Teori Singkat
Contoh soal dan pembahasannya Soal Uji Kompetensi Paket soal Try-Out (Latihan) UN

asap.01.2010

Stop

Seleksi Dijalankan Secara Nasional, SPMB Jadi SNMPTN

Para calon mahasiswa baru yang akan mendaftar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun ini, tidak perlu panik. Pasalnya, pemerintah menegaskan, tetap ada satu pola penerimaan mahasiswa baru PTN secara terpadu atau nasional.”Tidak ada lagi perpecahan di antara dua kubu, karena peraturan yang akan segera keluar, seleksi mahasiswa baru PTN, akan dilakukan secara terpadu dan nasional,” ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada acara silaturahmi Mendiknas dengan pimpinan media massa, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/3).Mendiknas mengatakan, pelaksanaan secara terpadu dan nasional tersebut diisyaratkan melalui adanya soal bersama, yakni soal-soal yang diujikan akan sama di seluruh PTN tempat calon mahasiswa baru mendaftar, seperti penyelenggaraan seleksi mahasiswa baru sebelum-sebelumnya.

“Calon mahasiswa yang mendaftar pun, jika memilih lebih dari satu PTN, cukup mendaftar di PTN terdekat, dan cukup mengikuti ujian seleksi tersebut, di tempat PTN mendaftar,” ujar Mendiknas.

Sebab itu, lanjut Mendiknas, para calon mahasiswa baru yang akan mendaftar di PTN-PTN pun, serta para orang tua, tidak lagi perlu merasa resah dan gelisah, karena pendaftaran mahasiswa baru di PTN tetap dilakukan secara nasional.

Hal itu pun diperkuat oleh pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Fasli Jalal. “Pada dasarnya, mekanismenya akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yang beda adalah namanya, dan panitia pelaksananya,” ujar Fasli.

Perubahan nama itu, kata Fasli, ditetapkan yakni nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) akan berubah menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Kepastian itu, lanjut Fasli, akan dituangkan dalam Peraturan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), yang akan ditandatangani Dirjen Dikti Fasli Jalal.

“Finalisasi kesepakatan yang kita capai, dalam peraturan itu, mengatur SPMB akan diganti dengan nama SNMPTN,” ujar Fasli Jalal kepada pers, di Gedung D Ditjen Dikti, Depdiknas, Jakarta, Kamis (27/3).

Kesepakatan dicapai setelah Dirjen Dikti Fasli Jalal bertemu dengan 56 rektor-rektor PTN, serta termasuk 3 rektor dari Universitas Islam Negeri (Jakarta, Malang, dan Riau), di Gedung D Ditjen Dikti Depdiknas, Rabu (26/3) malam.

Fasli menjelaskan, dalam SNMPTN itu, hanya mengikat dan berlaku pada tahun ajaran 2008/2009, dimana pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru bagi PTN, dilakukan secara terpadu, tanpa ada pola-pola ataupun kubu yang berbeda.

Kemudian, ujar Fasli, untuk melaksanakan SNMPTN itu, nantinya akan dibentuk Panitia Nasional, yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tugasnya merencanakan dan melaksanakan SNMPTN. “Panitia Nasional itu nantinya akan melengkapi susunan kepanitiaan, setelah mendapat SK Dirjen Dikti. Namun, yang terpenting, dana yang diterima dari pendaftaran mahasiswa baru nantinya, akan dikelola secara transparansi dan akuntabilitas,” ujar Fasli.

Artinya, ujar Fasli, sesuai kesepakatan yang dicapai, penerimaan dana pendaftaran mahasiswa baru bagi PTN-PTN, ditegaskan masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sehingga harus masuk ke kas negara (Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara, disingkat KPKN).

“Kemudian, penggunaannya dilakukan dengan swakelola, melalui pengajuan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). Jika pada saat SNMPTN, PTN-PTN tersebut, harus menanggung ongkos produksinya (seperti pembuatan soal), dan selebihnya (dari anggaran yang ada) dikelola oleh masing-masing PTN,” ujar Fasli.

Sedangkan, bagi dana pendaftaran seleksi mahasiswa baru bagi PTN yang sudah berstatus Badan Hukum Milik Negara BHMN (UI, UGM, IPB, ITB, USU, UNAIR, dan UPI Bandung), dan berstatus Badan Layanan Umum (UIN Jakarta), cukup dilaporkan ke Departemen Keuangan, tanpa masuk ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN).

Mengenai kepanitiaan nasional, Fasli menjelaskan, akan terbagi dua yakni panitia pengarah dan panitia pelaksana. Panitia pengarah, terdiri dari Dirjen Dikti, Dirjen Pendidikan Agama, Dirjen Perbendaharaan Negara, Deputi SDM Bappenas, dan staf ahli hukum Mendiknas.

Sementara itu, untuk panitia pelaksana, terdiri dari Sekretaris Dirjen Dikti sebagai Ketua Umum, yang akan dibantu oleh tiga ketua yang masing-masing mengepalai tiga panitia lokal, atau panitia regional.

“Ketua panitia lokal itu disepakati, Rektor UI, Rektor ITB, dan Rektor Unair, yang nantinya setiap tahun akan terjadi rotasi, pada ketiga ketua panitia lokal atau panitia regional tersebut,” ujar Fasli.

Namun demikian, lanjut Fasli, dalam peraturan itu, tetap tidak menutup peluang kepada jasa-jasa yang nantinya akan dibutuhkan oleh panitia nasional, dalam melaksanakan SNMPTN. “Dalam hal ini, termasuk menggunakan jasa-jasa Perhimpunan SPMB, yang telah memiliki pengalaman selama ini, dalam melaksanakan SPMB. Namun, apakah jasa-jasa itu diserahkan per bagian atau secara keseluruhan, nantinya akan diputuskan oleh Panitia Nasional,” ujar Fasli.

(Dik/OL-03/Media-Indonesia)

pr@bu!

Kisi-kisi Matematika SMA UN 2008 – Release 18 Maret 2008

Salam,

Malam ini Pr@bu memperoleh email dari TIM Sekolah Majelis Pendidikan (MPK) Jakarta Barat yang ingin share kepada kita semua mengenai kisi-kisi UN 2008 Bid. Matematika SMA IPA. Kisi-kisi ini sudah merupakan analisa butir soal terdiri dari Standar Kelulusan, Uraian Materi, Bahan kelas/Semester, Jumlah soal, Soal no berapa, Indikator soal,bentuk soal, dan tingkat kesulitan.

Pr@bu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amal baik dari tim MPK yang sudi berbagi dengan kita semua di blog ini dan di milis untukgurusekolah.

Bagi yang memerlukan dapat mendownloadnya di milis untuk guru sekolah (http://groups.yahoo.com/group/untukgurusekolah/) pada menu Files
(disebelah kiri) atau

silahkan KLIK DISINI untuk mendownload!

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Jabat erat selalu,

pr@bu

Akhirnya 1 Seleksi Masuk PTN, Alhamdulillah…

Alhamdulillah, akhirnya perhimpunan SPMB dan para rektor dari 41 PTN yang berencana menggelar UMPTN telah sepakat untuk hanya mengadakan 1 seleksi secara nasional untuk masuk ke PTN, walaupun belum disepakati apa namanya. Namun demikian, minimal informasi ini cukup melegakan kita khususnya calon mahasiswa baru yang akan mengikuti seleksi karena tidak harus merasa bingung lagi dengan kisruh SPMB dan UMPTN dan efek yang ditimbulkannya.

Berikut ini petikan beritanya yang diambil (tanpa izin :D) dari KOMPAS :

41 PTN Batal Ujian Sendiri

Kompas, Selasa, 18 Maret 2008 | 01:48 WIB

JAKARTA, SELASA-Para lulusan SMA atau yang sederajat yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN) tidak perlu resah. Pasalnya, kisruh 41 PTN anggota Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang mengancam akan menggelar ujian sendiri sudah selesai dan mereka sepakat melaksanakan ujian secara nasional. Namun, apakah namanya tetap SPMB atau yang lain, belum ditetapkan.

“Calon mahasiswa baru PTN tidak perlu resah dan bingung, mereka hanya akan mengikuti satu kali ujian,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan SPMB, Soesmalijah Suwondo, di Jakarta, Senin (17/3).

Secara terpisah, 40 rektor PTN telah sepakat mengakhiri polemik dan tetap memberlakukan satu sistem dalam pelaksanaan SPMB, sehingga calon mahasiswa 2008/2009 terjamin mengikuti seleksi sesuai pilihan masing-masing.

“Kami mengedepankan prinsip kebersamaan dan keadilan bagi anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sesuai pilihan masing-masing. Jadi, kemudahan akses yang luas dan kesempatan yang sama tanpa memandang letak geografis dan tingkat ekonomi lulusan SMTA menjadi prioritas,” kata Ketua Perhimpunan SPMB, Asman Budisantoso, di Jakarta, Senin.

Asman menjelaskan, polemik SPMB dan UMPTN yang belakangan muncul, sudah selesai setelah 40 rektor PTN, Minggu (16/3) malam menggelar rapat umum luar biasa di Hotel Mercure Ancol,Jakarta Utara, untuk membahas isu keluarnya 41 PTN dari keanggotaan Perhimpunan SPMB.

“Pertemuan semalam telah menyepakati tidak ada lagi polemik mengenai SPMB atau UMPTN. Sudah final akan menggunakan sistem nasional seperti yang dulu-dulu, universitas tidak menyelenggarakan seleksi sendiri-sendiri,” ujarnya.

Soemalijah menjelaskan, ujian yang mengadopsi sistem SPMB itu akan dilaksanakan 2-3 Juli mendatang. Sedangkan pendaftaran sekitar tanggal 20-an Juni. Biaya pendaftaran masih sama dengan SPMB tahun lalu, IPA atau IPS Rp 150.000 dan IPC Rp 175.000. “Teknisnya akan dibicarakan kemudian,” katanya lagi.

Ia menambahkan, pada pertemuan anggota Perhimpunan SPMB, Minggu (16/3) malam, dihadiri 40 anggota perhimpunan. Yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut adalah PTN dari Jawa Timur, antara lain Universitas Erlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Seluruh anggota Perhimpunan SPMB setuju dengan satu ujian yang diselenggarakan pemerintah.

Asman mengatakan, Perhimpunan SPMB sebagai aset bangsa dan lembaga yang dibangun dengan profesionalisme tinggi yang beretika. Visinya menjadi pusat layanan testing, seperti di negara maju, serta perhimpunan yang berfungsi sebagai kebersamaan PTN sebagai perekat bangsa. Ia menambahkan, setiap tahun 500.000 peserta mendaftar SPMB, baik peserta dari seluruh pelosok Indonesia maupun luar negeri, seperti New York, Amsterdam, Jedah, Tokyo, Kuala Lumpur, dan Sabah.

Menurut Asman, reformasi organisasi ujian masuk PTN bermula dengan diberlakukan PP 22/1997 tentang Jenis dan Pengertian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), PP No 60/1999 tentang Perguruan Tinggi, PP No 73/1999 tentang Tata Cara Penggunaan PNBP, dan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan RI No.115/KMK.06/ 2001 tentan Tata Cara Penggunaan PNBP di mulai tanggal 1 Januari 2002 yang mewajibkan dana seleksi mahasiswa baru PTN disetor ke kas negara.

Dia mengatakan, adanya peraturan baru tersebut muncul kesulitan dalam pembiayaan langsung ujian masuk PTN dalam waktu pendek yang membutuhkan dana besar. Karena masalah tersebut, para rektor membentuk organisasi yang berbadan hukum agar dapat menyelesaikan masalah keuangan. Penerimaan dana untuk badan hukum tersebut tidak termasuk obyek PNBP.

Perhimpunan SPMB yang berbadan hukum independen dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No C-37.HT.01.TH. 2006 dan masuk ke dalam lembaran negara adalah sah secara hukum untuk melakukan penerimaan dana di luar sistem penerimaan negara dan bukan obyek pajak PNBP, diaudit oleh akuntan publik, serta melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak.

“Transaksi lulusan SMA dengan Perhimpunan SPMB untuk mengikuti ujian tulis tidak dapat dikategorikan sebagai PNBP, karena peserta ujian SPMB tidak dapat diklaim sebagai calon mahasiswa. Lulusan SMA yang mengiktui ujian memilih tiga PTN, dengan demikian peserta SPMB belum masuk wilayah administratif PTN tertentu. Transaksi tersebut adalah penerimaan Perhimpunan SPMB yang sah secara hukum,” kata Asman.

Uang biaya ujian dari calon pesertqa SPMB melalui transitory account dipilah dan ditransfer selambat-lambatnya 24 jam setelah disetor ke 12 rekening masing-masing alokasi. Salah satu rekening itu adalah instutional fee yang diserahkan Perhimpunan SPMB ke PTN dan PTN itu harus menyetor ke ke kas negara.

Dijelaskan Hikmahanto Juwana, Dekan Hukum UI yang juga penasihat di P-SPMBN, pada prinsipnya P-SPMBN ini hanya menyelenggarakan ujian tertulis atas calon mahasiswa. Selanjutnya P-SPMBN akan menyerahkan skor atau nilai keseluruhan peserta ujian kepada PTN pengguna. Pada akhirnya, PTN-lah yang akan melakukan seleksi bersama. Setelah seleksi dilakukan, maka PTN akan meminta kepada P-SPMBN untuk mengumumkan hasilnya secara serentak.

“Maka skema seperti ini tidak terkait dengan masalah PNBP yang ramai diributkan saat ini. Sebab, uang dari calon mahasiswa tidak pernah masuk ke PTN dan sekali lagi PTN hanya menerima skor tes para calon mahasiswa,” tutur Hikmahanto.

Keberadaan P-SPMBN juga menghindarkan PTN yang melakukan ujian bersama saling mengklaim pembayaran uang calon mahasiswa. Misalnya, jika seorang calon mahasiswa di Papua yang mengikuti tes di Universitas Cendana (Uncen) memilih masuk UI, yang menjadi pertanyaan uang calon tersebut apakah milik Uncen atau UI?

Asman menegaskan, rumor 56 PTN mengundurkan diri dari P-SPMBN tidak benar. Sampai saat ini tidak ada satu pun PTN yang keluar secara resmi dari perhimpunan. Untuk tahun ini, jumlah peserta SPMB yang ikut diperkirakan sebanyak 400.000 peserta dengan dana sebesar Rp 60 miliar. (Warta Kota/Tan/Ded)

JADWAL/BIAYA UJIAN:
* Digelar 2-3 Juli 2008
* Rp 150 ribu (IPA/IPS)
* Rp 175 ribu (IPC)

Antisipasi Mapel Penyebab Kegagalan UN

Sejenak kita tunda dulu membahas seputar kisruh pelaksanaan SPMB, karena sebelum SPMB ada Pintu terdekat yang harus dilewati para siswa agar dapat kuliah di Perguruan Tinggi yaitu UJIAN NASIONAL.

Dengan adanya penambahan jumlah mata pelajaran yang di Ujian Nasionalkan secara tidak langsung menyebabkan semakin banyak potensi yang dapat mengakibatkan KEGAGALAN siswa pada Ujian nasional tahun ini.

Dari hasil penelitian kami, yaitu melalui kegiatan TRY-OUT SIMULASI UJIAN NASIONAL di beberapa kota di Jawa Barat, maka kami menyimpulkan bahwa ada beberapa MATA PELAJARAN yang harus diwaspadai karena perolehan nilainya dapat menjadi batu sandungan dalam kelulusan UN.

Berikut ini contoh perolehan nilai siswa hasil Try-Out Simulasi Ujian Nasional :

HASIL TRY-OUT SIMULASI UN SMA – IPA

NAMA

B.ING

B.IND

MAT

FIS

KIM

BIO

RATA2

HASIL

HALIMAH

6.4

6.6

3.0

4.5

5.0

7.3

5.46

BL

IZZAN

6.8

6.0

3.3

4.3

7.3

4.8

5.38

BL

ANNASTASIA P

6.8

6.4

3.0

3.8

6.5

5.5

5.33

BL

ARIS

7.4

5.6

3.3

3.5

6.5

5.5

5.29

BL

ILDZAMARIA

6.8

6.2

3.0

3.8

6.5

5.5

5.29

BL

FITRI AMALIA

6.6

6.6

3.0

5.5

6.5

3.5

5.28

BL

ROSALINA

7.2

6.0

2.8

4.3

6.5

5.0

5.28

BL

SITI F

6.2

6.6

3.3

3.8

5.0

6.8

5.26

BL

RIDWAN

7.0

6.2

2.8

4.3

6.5

4.8

5.24

BL

KARIM BUDIONO

6.8

5.6

3.5

2.8

5.3

7.5

5.23

BL

AYUNI S

6.8

6.0

2.5

4.0

6.3

5.8

5.22

BL

SUCHI ARMEN

6.4

6.4

3.3

3.5

6.3

5.5

5.22

BL

DEA ANANDA P

6.8

6.2

2.8

4.5

4.5

6.5

5.21

BL

NURUL ZAMAN

6.6

6.0

2.8

3.8

6.0

6.0

5.18

BL

MUNA SITI A

6.2

6.2

3.3

3.8

4.8

6.8

5.15

BL

AGUSTINUS S

6.6

5.0

3.5

4.5

4.5

6.8

5.14

BL

RIZKIAWAN

6.4

5.4

2.8

3.8

6.3

6.3

5.13

BL

AMELIA PUTRI

6.8

6.2

2.8

3.5

5.8

5.5

5.08

BL

DEWI LARASATI

6.2

5.6

3.3

4.0

5.8

5.5

5.05

BL

AMAR SUBANDI

6.6

4.8

3.5

3.8

5.0

6.5

5.03

BL

… dst …

HASIL TRY-OUT SIMULASI UN SMA – IPS

NAMA

B.ING

B.IND

MAT

GEO

EKO

SOS

RATA2

HASIL

INDRA B

6.8

6.0

2.5

6.8

7.0

6.0

5.84

BL

AMIR SYAM

6.4

5.2

3.0

6.5

7.3

5.5

5.64

BL

LENI MARLINA

6.8

5.0

2.3

6.8

7.3

5.0

5.51

BL

WILMATULAH

6.0

6.8

3.8

5.8

5.3

3.3

5.13

BL

SEPTI

6.4

4.6

2.5

6.5

6.8

4.0

5.13

BL

NANI N

5.6

5.6

2.8

6.3

7.5

3.0

5.12

BL

PUJI AYI

6.2

5.0

2.8

6.0

7.0

2.8

4.95

BL

R. OKTAVIANI

5.8

5.0

2.0

6.8

7.5

2.5

4.93

BL

WAWAN A

5.8

4.6

2.8

6.5

6.3

3.5

4.90

BL

FITRA SARI

5.8

4.8

1.5

5.8

7.8

3.8

4.89

BL

SRI MULYANI A

5.4

5.8

3.3

5.0

6.0

3.5

4.83

BL

ZAKY AHMAD

5.2

5.2

2.3

5.0

7.0

4.3

4.82

BL

ADE PURNAMA

5.2

5.6

3.3

5.5

5.0

4.3

4.80

BL

S FITRONI

4.4

4.8

2.3

6.0

7.0

4.3

4.78

BL

FAUZI BOKO

5.0

5.4

3.3

5.3

4.8

5.0

4.78

BL

NURUL M

5.8

3.6

2.3

6.5

7.3

3.3

4.78

BL

TIKA MULIA

6.2

6.2

2.8

5.3

5.0

3.3

4.78

BL

RD GUMILAR

4.6

3.2

3.8

6.3

7.0

3.8

4.76

BL

RAHMAWATI

5.8

5.4

2.5

7.0

7.8

0.0

4.74

BL

TEDY HONSA

5.0

4.2

2.0

6.5

6.3

4.5

4.74

BL

… dst. …

BL = BELUM LULUS

NAMA sudah diganti dengan nama samaran.

Dari illustrasis diatas dapat disimpulkan bahwa SISWA YANG MEMILIKI NILAI rata-rata DIATAS 7 atau mendekati 7 sekalipun dapat dinyatakan TIDAK LULUS UN apabila salah satu pelajaran ternyata ada yang memiliki nilai kurang dari 4.

Perhatikan perolahan nilai a.n. HALIMAH :

NAMA

B.ING

B.IND

MAT

FIS

KIM

BIO

RATA2

HASIL

HALIMAH

6.4

6.6

3.0

4.5

5.0

7.3

5.46

BL

Syarat kelulusan dari rata-rata nilai sudah dipenuhi, nila-nilai untuk mata pelajaran yang diujikan juga sudah lumayan, bahkan Biologi diatas 7. Namun hanya karena MATEMATIKA memperoleh nilai 3 maka Halimah dinyatakan TIDAK LULUS.
Jadi, dalam hal ini pr@bu hanya ingin mengngingatkan, berhati-hatilah dengan SEMUA MATA PELAJARAN yang di UN kan. Jangan menggenjot satu pelajaran dengan meninggalkan pelajaran yang lainnya. Disini sudah tidak ada istilah suka atau tidak suka lagi, semua pelajaran yang di UN kan, WAJIB DIPELAJARI!
Dan berikut ini beberapa Mata Ujian yang sebaiknya diberikan porsi dan perhatian khusus dalam proses belajar persiapan menghadapi Ujian Nasional.
1. Matematika (SMP dan SMA IPA DAN IPS),
2. Fisika (IPA)
3. Sosiologi (IPS)
4. IPA (SMP)
Semoga bermanfaat…
Salam, pr@bu

UMPTN siap digelar JUNI 2008

Humas UNDIP, Andi Nugroho menyatakan bahwa UNDIP (yang selama ini adalah sebagai Panitia SPMB Regional II) menyatakan siap menggelar UMPTN pada bulan JUNI tepatnya tanggal 25 dan 26 Juni mendatang. SPMB sendiri sejak semula sudah direncakan akan digelar pada tanggal 2-3 Juli 2008.

UMPTN terbagi atas 3 wilayah pelaksanaan, Timur dikomandoi oleh ITS, Tengah oleh UNDIP, dan Barat oleh IPB. Hingga saat ini, PTN yang masih tergabung dengan Panitia SPMB adalah UI. “Bisa jadi dikarenakan soal SPMB telah dibuat di sana!”

Biaya formulir diperkirakan sekitar Rp. 200.000,- untuk IPA/IPS dan Rp. 300.000,- untuk Kelompok IPC.

Nah, jadi bagaimana neh para blogger khususnya para calon mahasiswa, siap2 aja keluar budget yang lebih banyak untuk biaya formulir dan siap2 mengikuti seleksi lebih cepat jika benar pada akhirnya ada dua seleksi; SPMB dan UMPTN.

Dan, harapan pr@bu sih, mudah2an ada kata sepakat antara para Rektor yang sudah memutuskan untuk membuat seleksi sendiri (UMPTN) dan juga buat para penentu kebijakan di Tingkat Pusat sehingga pada akhirnya hanya diberlakukan 1 pola seleksi saja sehingga tidak membuat repot masyarakat… kalau masalahnya hanya masalah ketidaksepahaman dalam pengelolaan “UANG”, bisa kali diselesaikan secara musyawarah mufakat… malu ach sama status sebagai seorang “guru besar” dan “pendidik” :D

Bener juga ya, kalau udah urusan uang semua jadi “rame” ya! :cry

pr@bu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.