Akhirnya 1 Seleksi Masuk PTN, Alhamdulillah…

Alhamdulillah, akhirnya perhimpunan SPMB dan para rektor dari 41 PTN yang berencana menggelar UMPTN telah sepakat untuk hanya mengadakan 1 seleksi secara nasional untuk masuk ke PTN, walaupun belum disepakati apa namanya. Namun demikian, minimal informasi ini cukup melegakan kita khususnya calon mahasiswa baru yang akan mengikuti seleksi karena tidak harus merasa bingung lagi dengan kisruh SPMB dan UMPTN dan efek yang ditimbulkannya.

Berikut ini petikan beritanya yang diambil (tanpa izin :D) dari KOMPAS :

41 PTN Batal Ujian Sendiri

Kompas, Selasa, 18 Maret 2008 | 01:48 WIB

JAKARTA, SELASA-Para lulusan SMA atau yang sederajat yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN) tidak perlu resah. Pasalnya, kisruh 41 PTN anggota Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang mengancam akan menggelar ujian sendiri sudah selesai dan mereka sepakat melaksanakan ujian secara nasional. Namun, apakah namanya tetap SPMB atau yang lain, belum ditetapkan.

“Calon mahasiswa baru PTN tidak perlu resah dan bingung, mereka hanya akan mengikuti satu kali ujian,” ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan SPMB, Soesmalijah Suwondo, di Jakarta, Senin (17/3).

Secara terpisah, 40 rektor PTN telah sepakat mengakhiri polemik dan tetap memberlakukan satu sistem dalam pelaksanaan SPMB, sehingga calon mahasiswa 2008/2009 terjamin mengikuti seleksi sesuai pilihan masing-masing.

“Kami mengedepankan prinsip kebersamaan dan keadilan bagi anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sesuai pilihan masing-masing. Jadi, kemudahan akses yang luas dan kesempatan yang sama tanpa memandang letak geografis dan tingkat ekonomi lulusan SMTA menjadi prioritas,” kata Ketua Perhimpunan SPMB, Asman Budisantoso, di Jakarta, Senin.

Asman menjelaskan, polemik SPMB dan UMPTN yang belakangan muncul, sudah selesai setelah 40 rektor PTN, Minggu (16/3) malam menggelar rapat umum luar biasa di Hotel Mercure Ancol,Jakarta Utara, untuk membahas isu keluarnya 41 PTN dari keanggotaan Perhimpunan SPMB.

“Pertemuan semalam telah menyepakati tidak ada lagi polemik mengenai SPMB atau UMPTN. Sudah final akan menggunakan sistem nasional seperti yang dulu-dulu, universitas tidak menyelenggarakan seleksi sendiri-sendiri,” ujarnya.

Soemalijah menjelaskan, ujian yang mengadopsi sistem SPMB itu akan dilaksanakan 2-3 Juli mendatang. Sedangkan pendaftaran sekitar tanggal 20-an Juni. Biaya pendaftaran masih sama dengan SPMB tahun lalu, IPA atau IPS Rp 150.000 dan IPC Rp 175.000. “Teknisnya akan dibicarakan kemudian,” katanya lagi.

Ia menambahkan, pada pertemuan anggota Perhimpunan SPMB, Minggu (16/3) malam, dihadiri 40 anggota perhimpunan. Yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut adalah PTN dari Jawa Timur, antara lain Universitas Erlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Seluruh anggota Perhimpunan SPMB setuju dengan satu ujian yang diselenggarakan pemerintah.

Asman mengatakan, Perhimpunan SPMB sebagai aset bangsa dan lembaga yang dibangun dengan profesionalisme tinggi yang beretika. Visinya menjadi pusat layanan testing, seperti di negara maju, serta perhimpunan yang berfungsi sebagai kebersamaan PTN sebagai perekat bangsa. Ia menambahkan, setiap tahun 500.000 peserta mendaftar SPMB, baik peserta dari seluruh pelosok Indonesia maupun luar negeri, seperti New York, Amsterdam, Jedah, Tokyo, Kuala Lumpur, dan Sabah.

Menurut Asman, reformasi organisasi ujian masuk PTN bermula dengan diberlakukan PP 22/1997 tentang Jenis dan Pengertian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), PP No 60/1999 tentang Perguruan Tinggi, PP No 73/1999 tentang Tata Cara Penggunaan PNBP, dan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan RI No.115/KMK.06/ 2001 tentan Tata Cara Penggunaan PNBP di mulai tanggal 1 Januari 2002 yang mewajibkan dana seleksi mahasiswa baru PTN disetor ke kas negara.

Dia mengatakan, adanya peraturan baru tersebut muncul kesulitan dalam pembiayaan langsung ujian masuk PTN dalam waktu pendek yang membutuhkan dana besar. Karena masalah tersebut, para rektor membentuk organisasi yang berbadan hukum agar dapat menyelesaikan masalah keuangan. Penerimaan dana untuk badan hukum tersebut tidak termasuk obyek PNBP.

Perhimpunan SPMB yang berbadan hukum independen dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No C-37.HT.01.TH. 2006 dan masuk ke dalam lembaran negara adalah sah secara hukum untuk melakukan penerimaan dana di luar sistem penerimaan negara dan bukan obyek pajak PNBP, diaudit oleh akuntan publik, serta melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak.

“Transaksi lulusan SMA dengan Perhimpunan SPMB untuk mengikuti ujian tulis tidak dapat dikategorikan sebagai PNBP, karena peserta ujian SPMB tidak dapat diklaim sebagai calon mahasiswa. Lulusan SMA yang mengiktui ujian memilih tiga PTN, dengan demikian peserta SPMB belum masuk wilayah administratif PTN tertentu. Transaksi tersebut adalah penerimaan Perhimpunan SPMB yang sah secara hukum,” kata Asman.

Uang biaya ujian dari calon pesertqa SPMB melalui transitory account dipilah dan ditransfer selambat-lambatnya 24 jam setelah disetor ke 12 rekening masing-masing alokasi. Salah satu rekening itu adalah instutional fee yang diserahkan Perhimpunan SPMB ke PTN dan PTN itu harus menyetor ke ke kas negara.

Dijelaskan Hikmahanto Juwana, Dekan Hukum UI yang juga penasihat di P-SPMBN, pada prinsipnya P-SPMBN ini hanya menyelenggarakan ujian tertulis atas calon mahasiswa. Selanjutnya P-SPMBN akan menyerahkan skor atau nilai keseluruhan peserta ujian kepada PTN pengguna. Pada akhirnya, PTN-lah yang akan melakukan seleksi bersama. Setelah seleksi dilakukan, maka PTN akan meminta kepada P-SPMBN untuk mengumumkan hasilnya secara serentak.

“Maka skema seperti ini tidak terkait dengan masalah PNBP yang ramai diributkan saat ini. Sebab, uang dari calon mahasiswa tidak pernah masuk ke PTN dan sekali lagi PTN hanya menerima skor tes para calon mahasiswa,” tutur Hikmahanto.

Keberadaan P-SPMBN juga menghindarkan PTN yang melakukan ujian bersama saling mengklaim pembayaran uang calon mahasiswa. Misalnya, jika seorang calon mahasiswa di Papua yang mengikuti tes di Universitas Cendana (Uncen) memilih masuk UI, yang menjadi pertanyaan uang calon tersebut apakah milik Uncen atau UI?

Asman menegaskan, rumor 56 PTN mengundurkan diri dari P-SPMBN tidak benar. Sampai saat ini tidak ada satu pun PTN yang keluar secara resmi dari perhimpunan. Untuk tahun ini, jumlah peserta SPMB yang ikut diperkirakan sebanyak 400.000 peserta dengan dana sebesar Rp 60 miliar. (Warta Kota/Tan/Ded)

JADWAL/BIAYA UJIAN:
* Digelar 2-3 Juli 2008
* Rp 150 ribu (IPA/IPS)
* Rp 175 ribu (IPC)

4 Tanggapan

  1. benar sekali saya tidak setujudengan adanya polemik tentang SPMB,karena yang saya takutkan jika Umptn merupakan otonomi kampus maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kolusi atau neportisme,jadi kapan keputusan tentang kesepakatan itu?

  2. BAgus,, gw setuju tuh,,,

  3. ALHAMDULILLAH KLO GTU………………….
    musyawarah untuk mufakat……….
    bagus tuh

  4. wok…akal-akalan wae…penerimaan MHS Baru pakai tes sendiri-sendiri…mengko gek cegek yen ketemu watune…eh…sorry.. bahan saya kok jadi negative thinking..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: